Bukan dengan Bahasa Ibu

Standard

Dia menyapa bukan dengan bahasa ibunya..

Aku menjawab bukan dengan bahasa ibuku..

Menghantarkan pertemuan dengan tatapan kalbu yang ragu dan malu-malu

Menghantarkan perjalanan pulang dengan senyum sendiri

Terkadan kami hanya menatap, membuang muka, lalu tertawa lepas

Walau pun sesekali hati bertanya ”what’s the point of it?”

Well, who care anyway, we’re here together

Menatap kembali, tersenyum hangat dan melangkah bersama entah kemana

Kita seperti membayangi satu sama lain

Yakin kan selalu saling menemukan di setiap langkah

Dan tahu benar, genggaman apa pun tak kan pernah jadi nyata

Kita ini seperti sumbu jangkar yang berputar saling berlawanan di satu poros yang berdekatan

Selalu akan berpotongan di satu sisi yang sama dan berpisah di sisi lain

Selebihnya kita berputar bebas, masing-masing pergi dengan penantian hangat akan gesekan di sisi temu itu lagi

Aku tak ingin berhenti berbicara kepadamu tentang keseharianku yang tidak menarik, walaupun bukan dengan bahasa ibuku

Aku tak ingin berhenti mendengar pengalaman ketersesatanmu yang selalu menarik, walaupun bukan dengan bahasa ibumu..

Melihatmu tertawa, adalah bahasa dunia yang paling ku mengerti.

Although I never enjoy being lost like you, but I really wanna feel how to be lost with you..

So, I’ll take a good care of you in mind, always..

Jadi, sekarang lagi apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s