Hanya Cerita Mereka

Standard

Sudah sewaktu angin bertiup

Menghempas aroma hangat dari tubuh yang entah kemana…

Dan entah bagaimana sanubari terhempas

Menggapai –gapainya dalam tangan tergenggam

aku tau dalam ketidaktauan

Apakah maksud hati membelah-belah hasrat?

Aku haus akan kepenuhan gejolak

Namun diam dalam belaian sunyi tentram

Akankah anganku diam..

Tak berhasil setiap fajar-fajar yang ku tawan

tuk berlabuh Berlayar dalam setiap rasa-rasa mereka yang bukan untukku..

Entah sampai kapan lagu itu melagukan peristiwaku

Dalam kejujuran naruni yang menyentuh lembut sanubari

Terlalu lembut.. dan menyakitkan..

Advertisements

One response »

  1. “what should I say? this poem so pathetic, but meaningful..:) it’s not just about the hope,and honest, but describing powerless in facing the reality..
    most of all, i am pretty sure, this poem came from
    the brighest side of heart’s eye.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s